Bali 6 Hari Lebih Dari 30 Tempat Wisata Hanya Habis 2Juta Part III

Bali 6 Hari Lebih Dari 30 Tempat Wisata Hanya Habis 2Juta Part III

Bali 6 Hari Lebih Dari 30 Tempat Wisata Hanya Habis 2Juta Part III lanjut lagi dengan bagaimana saya dan abang (berdua) menghabiskan 6 hari di Bali, eksplor lebih dari 30 tempat wisata di Bali dan hanya habiskan 2 juta rupiah untuk ini. Amazing? Yes… begini saya lakukannya.

Setelah di bagian I dan di bagian II saya ceritakan langkah pertama yang saya lakukan ketika tiba di Bali, yang mana saya atur amannya transportasi dan hotel serta makan pagi, maka selain dari itu rasa rasanya kami hanya akan menyesuaikan budget untuk tiket masuk spot wisata dan makan.

Okelah, di Hari ke dua ini, berikut yang bisa kami kunjungi:

  • Mengunjungi Dewa dan Tangkas di Bangli, Bali area pegunungan
  • Nonton Ngaben Bali di Bangli
  • Desa Panglipuran
  • The Keranjang, Krisna, Erlangga (Tujuannya membandingkan souvenirs big marketnya Bali yang menjamur di mana mana ini)
  • Kuta Market dan Legian lagi

 

Banyak rekan rekan kapal pesiar luar itu dari Bali, saya juga baru tau ketika sudah berlayar, pelaut pelaut Bali bagian hotel ternyata banyak banget. Nah, banyak teman juga dari Bali, salah satunya yang kami kunjungi di Hari ke II kami di Bali. Rumah mereka di Bangli, kota kecil pinggir Bali daerah pegunungan yang teduh dan sejuk banget areanya. Ketika menghadiri pernikahan Dewa Ayu dan Tangkas di Bangli, kami menginap di salah satu penginapan di sana, dan AC di sana tidak cocok, harusnya malah gak usah, dingiiin…

 

Nah, di Bangli juga ini hampir semua spot wisata malah lebih dekat. Contohnya Desa Panglipuran, Ubud, Kintamani, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya kunjungi. Sayangnya, yaa karena jauh dari Kuta dan Legian. Hehehe…

BACA JUGA  Bali 6 Hari Lebih Dari 30 Tempat Wisata Hanya Habis 2Juta Part I

Maka, hari ke II kami ke Bangli kami manfaatkan ke Desa terkenal Panglipuran, tetapi pasnya lagi ketika di Banglinya, pas ada ritual mengantar mayat yang akan di-Ngaben, tau kan Ngaben? Ritual pembakaran mayat ala Hindu/Bali yang terkenal itu.

 

Desa Panglipuran yang katanya masih sangat desa, terkenal tidak terpengaruh modernisasi, dekat hutan bambu, adu ayam jago di pinggir desa layaknya pesta rakyat, dan masih banyak lagi.

Foto foto dari google mungkin tidak cukup menggambarkan ademnya aura Desa Panglipuran, tetapi yaa bolehlah dikunjungi sekedar tau. Bagi saya yang mengesankan dari Desa ini adalah auranya.

Perjalanan dari Denpasar ke Bangli ini bisa 2 Jam gaes, jadi bayangkan betapa keramnya pantat kami bermotor dua jam.

Kami langsung ke Kuta, Legian untuk sekedar merilekskan pantat yang keram.

 

Berkunjung ke The Keranjang, Krisna dan Erlangga juga lumayan bikin seneng perasaan. Hanya di Bali saya rasa, tempat belanja oleh oleh bisa dibikin lebih mewah dari Pusat belanja dan mall mall mewah di kota kota besar lainnya. Amazing, itu barusan di Bali saya lihatnya. Bahkan di Norwegia, di Hamburg, China Town dan Mall Mustafa-nya Singapura hanya seecek pedagang kaki lima dan tidak semewah The Keranjang, Erlangga atau Krisnanya Bali. Percaya deh…

Ah, hari ke II yang menyenangkan. Next tulisan lagi yah tentang hari ke 3.

Leave a Reply